Buku Teks
PERBANDINGAN PEMBERIAN REBUSAN AIR DAN SALAM DAN DAUN SIRSAK TERHADAP KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN BAKTIYA KABUPATEN ACEH UTARA
ABSTRAK
Kadar Asam urat yang tinggi dalam darah, dalam jangka waktu lama dapat
menyebabkan pembentukkan kristal urat yang biasanya terkonsentrasi pada sendi dan jaringan sekitarnya. Daun salam salah satunya bisa digunakan untuk mengurangi kadar asam urat. Kandungan kimia yang yang terdapat pada tanaman ini dapat dimanfaatkan
sebagai obat. Daun sirsak juga mengandung senyawa alkoid isquinolin yang berfungsi sebagai analgetik kuat. Tujuan penelitian untuk menganalisis perbandingan pemberian air rebusan daun salam dan daun sirsak terhadap penurunan kadar Asam urat pada lansia.
Metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian Quasi Experiment. Desain penelitian yang digunakan adalah two group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah 33 lansia. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik Purposive Sampling sebanyak 13 orang perkelompok. Pada kelompok daun salam didapatkan nilai maksimum kadar Asam urat sebelum diberikan air rebusan daun salam yaitu 7.8 mg/dl dan nilai minimum yaitu 6.2 mg/dl sedangkan
nilai maksimum kadar Asam urat setelah diberikan air rebusan daun salam yaitu 7.0 mg/dl dan nilai minimum 4.7 mg/dl. Pada kelompok daun sirsak didapatkan nilai maksimum kadar Asam urat sebelum diberikan air rebusan daun sirsak yaitu 7.8 mg/dl dan nilai minimum 6.0 mg/dl. sedangkan kadar Asam urat sesudah diberikan air rebusan daun sirsak didapatkan nilai maksimum yaitu 6.8 mg/dl dan nilai minimum yaitu 3.7 mg/dl.dari nilai mean pada kelompok daun salam menunjukkan angka 15.73, sedangkan
pada kelompok daun sirsak menunjukkan angka 11.27. Dapat dilihat bahwa lebih efektif rebusan air daun salam daripada daun sirsak. Diharapkan dapat memberikan edukasi terkait penurunan kadar Asam urat pada lansia.
No other version available